Do'a Datang
Akhir-akhir ini ragu,
namun tak lagi terbelenggu.
Setiap namamu disebut,
selalu ada yang terlukis.
Secepat apa pun kau melintas,
wajahmu tetap tinggal di kepala.
Apakah ini hanya bercanda?
Entahlah.
Barangkali memang tak semua
harus segera diberi makna.
Nama menjadi alasan tawa,
sementara mataku mencari mata.
Seperti tinta yang dibawa waktu,
perlahan memudar,
namun tak benar-benar hilang.
Entah siapa yang sedang menunggu pulang.
Apakah yang hilang akan terganti,
atau justru pertemuan baru
yang datang membawa tenang?
Datang.
Komentar
Posting Komentar