Senin, 11 Januari 2016

Sebatang Rokok

Oleh
Boy Hilman

Kusisihkan lengan sebelah kananku
Kutarik secara perlahan yang ada dijemariku
Kurasakan gumaman kalbu yang menggroti mulutku
Hilangkangan masalah dengan menghembuskan secercah asapmu

Tak kalah menarik ditarikan keduamu
Kurasakan kau terus mencoba mempengaruhiku
Kuterjatuh oleh dunia surga yang penuh asap tebalmu
Kucoba mencari kawan dengan segelas pasir hitam untuk menemanimu

Gairahmu mengabadikan ingatanku
Terus memainkanku dalam semua hidupku
Coba untuk terus mencampuri urusanku
Kadang kau kubuang walau dapat menghabisimu

Terus memendek semakin merengek
Mengahapus logo lengkap yang bermerek
Wahai, tekstur dan komposisimu kretek

Meninggalkan racun yang menurun
Namun memaksakan untuk hidup di gurun
Seperti fatamorgana tanpa air yang turun
Lemah menderita namun inilah hidup yang turun temurun

Padang, 25 April 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar