Jumat, 22 Januari 2016

Padang dan Teman (Naskah Pertama)

Padang, kota ini pertama kali ku injak setelah dulu waktu aku seumuran jagung. Tak ingat betul seberapa banyak pembangunannya ketika itu. Bahkan mungkin aku hanya melewati kota ini seperti air pegunungan saja pergi ke suatu tempat hanya fokus pada tujuannya semata. Padang, tak ada kenangan yang begitu aku ingat. Nihil. Mungkin karena aku memang tak tertarik kota ini atau bagaimana. Tak mengerti.

Alih-alih suatu pendidikan mempertemukanku kembali di sini. Kota Padang. Pertama kali, menginjakkan kaki saat itu di Bandara Internasional Minang. Aku sedikit dikejutankan oleh beberapa sosok anak muda. Mereka memakai bahasa yang mungkin sedikit familiar dengan telingaku. Aku pernah mendengar percakapan orang tuaku saat menelpon yang menggunakan bahasa kurang lebih seperti itu. Mereka sedang asik. Sepertinya bercengkrama dan menunggu seseorang.

Saat itu semuanya terasa baru. Orang-orang begitu asing. Pemandangan di sana-sini pun jauh berbeda. Bahkan kenalan untuk teman sebaya pun tak ada. Singkat cerita, dengan niat baik semuanya pun akan menjadi baik. Tuhan memang tak hanya menjadi penonton saat itu. Aku akui. Aku mulai berusaha dan membiasakan diri. Terdengar bodoh memang, tapi begitulah manusia.

Sekelompok yang menuntut individu untuk sama. Ah, memaksakan sekali. Dalam hati aku tak menyetujui (sebenarnya) tentang itu.

Bagaimana aku mendapatkan teman ?

Ini adalah catatan sejarah tentang diriku. Berharap punya teman-teman yang hebat dan pintar. Itu semua sepertinya sudah hilang. Aku sudah tak melihat itu lagi setelah kelas 3 SMP. Hal ini memang ada sebuah liku yang dilalui. Diceritakan juga tak akan enak untuk dibaca. Perkenalan begitu lumrah terjadi apa lagi dengan memiliki tujuan yang sama. Pada waktu itu, pendaftaran seperti biasa untuk masuk universitas. Inginnya langsung kuliah saja karena tak sabar tapi birokrasi yang menuntut mau bagaiamana lagi.

Bersambung... (Males banget nulis di blog hari ini)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar