Rabu, 15 November 2017

Untitled

Dalam kekosongan, hutan tidak lagi sekelebat semaknya, tidak lagi dewi-dewi mandi di telaga gunungnya
Dalam kekosongan, hanya saja ada yang kosong, mungkin berisi dan berupa, di matamu atau mataku kecewa, isi dan rupa kekosongan
Dalam kekosongan,
membunuh, membunuh, membunuh!
Kelahiranku pada saat matahari di arah barat, saat merah-merah dicintai
Dalam kekosongan manusia, aku dilahirkan, manusia dan aku dilahirkan
Dalam kekosongan hidup, hidup jadi risalah, kekosongan aku di dalammu

Candu

Candi ditembakaumu, candu dibirbirku
Berlumut diwaktu.

Senin, 13 November 2017

...

... keras
tantangan...
kertas, bacaan
... usaha
tekad...
ini, hidupmu.

Jumat, 10 November 2017

Mimpi Pemimpi

Matamu yang tutup berubah mengikuti hening, lelah hari ini adalah mimpi di siang bolong. Banyak ternak dan otak-otak tiada berguna,  kambing, sapi dan anak ayam mengekor di ibunya. Sebrang sana dan kali ini di sebrang sini, lambang nama-nama pemimpi dimuat dalam etalase pondok.

Dilarang mimpi, dilarang berteman dengan si pemimpi. Tulisnya.

Sawah ini akan ubah jadi gedung pencakar langit. Kan diberi nama kota. Orang-orang bisa takbir dengan keras, sekeras otaknya yang berkarang. Lawan! Lawan! Di mimpinya, di mimpiku. Rahasia damai kita, yang tak saling kita ketahui.

Senin, 06 November 2017

Puisi Hujan dan Memori Punyanya Saut Situmorang

maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa? masih murnikah cinta yang pernah kecewa? apakah cinta itu cuma cinta pertama? kalau cinta pertama memang tak punya makna, lantas punya maknakah cinta cinta berikutnya? aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa. maukah kau menerimanya? maukah kau mencintai cinta yang pernah kecewa? aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa, bukan dengan metafora metafora seperti penyair tua yang sok tahu tentang cinta itu! tapi apakah kau juga akan mencintaiku dengan cinta yang pernah kecewa?

air hujan yang jatuh dari wuwungan rumah selalu mengingatkanku padamu… entah kenapa, air hujan selalu mengingatkanku padamu. apakah air hujan juga selalu mengingatkanmu padaku? entah kenapa, air hujan selalu mengingatkanku padamu.

baiklah aku akan melupakanmu seperti kau sudah melupakan namaku waktu kemaren kita bertemu di tangga tangga batu di kota kecil yang jauh itu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat namamu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat wajahmu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat cintamu, dulu. mana mungkin hujan berhenti turun ke bumi, mana mungkin aku berhenti mengenangmu? mana mungkin kau berhenti melupakanku?

Jogjakarta, 18 April 2013

Saut Situmorang


Puisi ini saya kutip dari blog pribadi beliau (boemiputra). Saya tidak akan membicarakan latar belakang penulis, silahkan google saja. Saya tertarik dan senang saja dengan puisi ini. 

Mengapa saya memilih puisi ini? Karena banyak tanda tanyanya, tinggal menunggu saja. Memang, di samping itu, puisi ini syarat akan alam bawah sadar, siapa yang mau berbicara tentang ini?

Pertama saya tahu, puisi ini sangat enak dibawakan penulisnya, dengan suaranya yang berat dan agak congak menantang, menurut saya. Sangat santai dan pasang badan. Bah!

Selasa, 31 Oktober 2017

Jauh

Suatu hari,
berkelana menjejak kaki di langit-langit bumi
Memang telah usai, bukan?
Duduk di tepian menghitung embun,
Malam ini, apa maumu?
Pergi dari sini atau ikut dengan rinduku ke sana?
Kota yang punya teluk,
melihat cakrawalanya di puncak,
atau saksikan kesedihannya terbenam
Tumbuhlah mencapai langit, kan aku peluk di tubuhnya yang dingin
Bangun-bangun dari hampa yang buat aku sendu
Buat jantungku terpekik, ke arah sana
Pilih aku, pilih aku
Tak peduli, tunjuk dengan telunjukmu,
di dekatku nanti
Biar kupasangkan kau kasih,
dan sayang, bergelantung
Dinamakan bekas-bekas,
maukah?
Syaratnya, berbagi atau dibagi
Dengannya atau denganku
Kekasihmu atau kekasihku
Dimana? Itu,
yang sudah jauh

Senin, 30 Oktober 2017

Dua Orang Penolong

Semoga dua orang itu sukses, diberikan kemudahan karena sifat dan tindakannya menolong sesama dengan sungguh-sungguh.

Sampai-sampai saya lupa menanyakan namanya.