Minggu, 16 Juli 2017

Tetap

Kesedihan tidak pernah berhenti, ia hanya berganti wajah. (Keanu Reeves)

Sabtu, 30 Januari 2016

Pulang

Kita semua harus pulang yang telah pergi

Pulang mengatakan semuanya untuk pulang

Kita semua harus pulang dan pulang lagi

Pulang menceritakan segalanya untuk pulang

Melakukannya untuk pulang

Segera pulang

Minggu, 24 Januari 2016

Kopi 'Kawa' dan Perjalanan Antar Kota di Sumatera Barat (Naskah Pertama)

Sedikit menuai kritik menulis cerita ini. Sebenarnya. Kritik yang dimaksudkan adalah untuk diri sendiri (penulis). Tak seperti biasanya, kenapa ?

Dalam perjalanan kali ini, lebih akuratnya aku akan mencoba menyusun dan menceritakan kembali perjalananku bersama teman. Ini bukan jurnal perjalanan. Bukan. Hanya cerita biasanya. Karena beberapa hal aku sudah melanggar sebuah nilai yang menurutku itu sangat penting. Aku tak mencatat apapun selama perjalanan. Ini disebabkan oleh perjalanan yang sama sekali tak direncanakan. Pikiranku pun terbatas soal jejak dan detail perjalanan. Tapi aku akan mencoba menceritakannya kembali sesuai dengan apa yang ku ingat dan alami.

Jumat, 22 Januari 2016

Padang dan Teman (Naskah Pertama)

Padang, kota ini pertama kali ku injak setelah dulu waktu aku seumuran jagung. Tak ingat betul seberapa banyak pembangunannya ketika itu. Bahkan mungkin aku hanya melewati kota ini seperti air pegunungan saja pergi ke suatu tempat hanya fokus pada tujuannya semata. Padang, tak ada kenangan yang begitu aku ingat. Nihil. Mungkin karena aku memang tak tertarik kota ini atau bagaimana. Tak mengerti.

Senin, 11 Januari 2016

Sebatang Rokok

Oleh
Boy Hilman

Kusisihkan lengan sebelah kananku
Kutarik secara perlahan yang ada dijemariku
Kurasakan gumaman kalbu yang menggroti mulutku
Hilangkangan masalah dengan menghembuskan secercah asapmu

Tak kalah menarik ditarikan keduamu
Kurasakan kau terus mencoba mempengaruhiku
Kuterjatuh oleh dunia surga yang penuh asap tebalmu
Kucoba mencari kawan dengan segelas pasir hitam untuk menemanimu

Sabtu, 09 Januari 2016

Cerita Singkat Dua Calon Sarjana

    Perjalanan begitu cepat dihabiskan untuk bersama-sama, apa lagi waktu yang berdedikasi tak kenal henti disetiap kehidupan kita yang mencoba merubah keadaan dengan membuat nasib tak kunjung habis-habisan memperkosa manusia. Di balik itu, ada sepasang teman dekat. Mereka bukan dekat karena kembar siam  atau dekat karena satu angkatan apalagi satu jurusan. Saat itu malam bukan sembarang malam, komitmen pertama mereka yang memecah sunyi adalah siapa yang terlebih dahulu wisuda.